
Pendampingan Komunitas dalam Pelaksanaan Investigasi Kontak Di Rumah Sakit
Kategori (Program Implementation)
SR Provinsi (Jakarta)
Latar Belakang
Pada Tahun 2025 Provinsi Jakarta ditargetkan menemukan kasus TBC sebanyak 70.258 kasus, salah satu upaya untuk mendukung temuan kasus yaitu dengan melakukan investigasi kontak. Proporsi penemuan kasus penyakit TBC di Provinsi Jakarta secara tren menunjukan terbanyak di temukan di Rumah Sakit atau non puskesmas (RS Pemerintah, RS Swasta, Klinik/TPMD) sebanyak 67% dibandingkan dengan di puskesmas yaitu 33% (Dinkes Jakarta, 18 Januari 2025). Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Jakarta sebanyak 519 yang melayani DOTS, untuk terdapat 44 puskesmas, 160 Rumah Sakit, 149 klinik/TPMD dan 6 lapas/rutan. Persentase pembagian indeks bakteriologis yang terbridging ke SITK yaitu 49% non puskesmas dan 51% puskesmas, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk kader dimana kebanyakan indeks non puskesmas ini sulit untuk dilakukan investigasi kontak, masih ditemukan pasien atau kontak serumahnya menolak untuk dilakukan investigasi kontak dan di rujuk periksa ke fasilitas kesehatan, selain itu beberapa pasien yang tempat tinggalnya di asrama, perumahan elit atau apartemen sulit untuk dikunjungi kader karena keterbatasan akses, hal ini juga menjadi salah satu faktor penyebab capaian investigasi kontak pasien bakteriologis masih rendah. Untuk mengatasi gap investigasi kontak non puskesmas, SR PPTI Jakarta dan dinas kesehatan bekerjsama menempatkan TO Komunitas di 9 rumah sakit yang memiliki indeks bakteriologis tinggi.
Deskripsi Intervensi
Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta dan SR PPTI Jakarta berkerjasama melakukan uji coba pendampingan untuk pelaksanaan investigasi kontak di Rumah Sakit, sebanyak 9 Rumah Sakit yang ditunjuk untuk menjadi piloting project ini, ada beberapa yang output yang diharapkan dari uji coba ini diantaranya :
- Memastikan pengisian inform consent berjalan dengan baik di fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan investigasi kontak baik IK invitasi ataupun dengan kunjungan rumah yang dilakukan oleh kader
- meningkatnya jumlah pasien yang dilakukan investigasi kontak
- merujuk investigasi kontak di SITB ke Puskesmas terdekat domisili pasien
- meningkatnya kontak serumah yang dilakukan pemeriksaan dan diberikan TPT
adapun Tugas TO komunitas sebagai berikut :
- Melakukan skrining awal Kontak Serumah pasien SO Bakteriologis di RS ( domisili Jakarta)
- Memastikan pasien mengisi inform consent
- Memastikan faskes merujuk SITB untuk IK/terduga ke PKM
- Melakukan koordinasi untuk indeks non pkm yang alamatnya tidak lengkap/tidak jelas
- Melakukan koordinasi alasan pasien indeks non pkm tidak terlaksana kunjungan rumah/invitasi
- Menjembatani koordinasi antara petugas dengan kader untuk pasien mangkir yang sudah dilakukan IK
- Koordinasi dengan Kader atau MK terkait pelaksanaan IK non PKM
Dinas Kesehatan dan SR PPTI Jakarta membuatkan alur pelaksanaan kegiatan uji coba pendampingan sebagai acuan kegiatan dilapangan, alur ini juga sudah disosialisasikan dan didiskusikan langsung dengan Rumah Sakit yang akan dilakukan uji coba.

Hasil / Dampak
Berikut rekap hasil untuk capaian investigasi kontak pada 9 RSUD yang dilaksanakan pada semester 2 tahun 2025.

- Terjadi peningkatan jumlah kasus yang dilakukan investigasi kontak di beberapa rumah sakit pada semester 2 ini, dari total indeks yang terbrigding di 9 rumah sakit yaitu 2.248 indeks dan yang sudah dilakukan investigasi kontak sebanyak 952 atau 41%.
- Untuk Rumah Sakit Kembangan, Matraman, Pasar Rebo dan Tanjung Priok terjadi penurunan di semester 2 karena adanya kenaikan jumlah indeks di setiap Rumah Sakit. Tetapi untuk total yang sudah dilakukan inevestigasi kontak pada semester 1 yaitu sebanyak 117 dan pada periode semester 2 terjadi peningkatan menjadi 192 indeks kasus yang dilakukan investigasi kontak di 4 rumah sakit tersebut. Selain itu ada beberapa indeks yang dilakukan rujukan IK ke puskesmas sehingga menjadi capaian dari puskesmas.
- Selain capaian investigasi kontak, hal positif lain dari uji coba ini yaitu dibeberapa rumah sakit sudah mulai efektif untuk pelaksanaan inform consent kepada pasien agar dapat menentukan apakah ada dilakukan invitasi kontak atau kunjungan rumah oleh kader.
- Uji coba ini juga mendapatkan 80 temuan kasus positif baru dari hasil pemeriksaan kontak serumah dan 26 kontak serumah yang memulai terapi pencegahan tuberculosis yang dilakukan di Rumah Sakit.
- Kendala dan tantangan yang dihadapi saat uji coba yaitu mencari kader yang bersedia bertanggung jawab, pemeriksaan untuk kontak serumah di RSUD masih ada yang berbayar untuk pendaftaran atau pemeriksaan lanjutan, belum semua RS dapat melakukan TPT.
Kesimpulan
Dukungan dari Dinas Kesehatan dengan mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada faskes pelaksanaan uji coba ini juga menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan, faskes yang terlibat menjadi terbuka dengan kader atau TO komunitas yang di tugaskan di masing-masing rumah sakit.
Dukungan dari rumah sakit juga dibutuhkan agar kontak serumah dapat dilakukan pemeriksaan secara gratis dan diberikan TPT di rumah sakit.
Dengan dilaksanakan uji coba di 9 RSUD diharapkan jadi pemicu praktik baik yang dapat diterapkan disemua rumah sakit agar bisa menerapkan strategi yang sama untuk meningkatkan pelaksanaan investigasi kontak juga mendukung temuan kasus dan TPT di rumah sakit prioritas yang memiliki kasus bakteriologis yang tinggi.
Lampiran/Dokumentasi



