
Dyah Erti Mustikawati Terpilih sebagai Anggota CCM Perwakilan CSO TB Periode 2027–2029
Jakarta – Peran komunitas sangat penting dalam upaya eliminasi TBC. Semangat inilah yang mendorong Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) terus bergerak memutus mata rantai penularan TB.

Di akhir Oktober 2026, kabar menggembirakan datang, Sekretaris Umum PPTI, drg. Dyah Erti Mustikawati, M.P.H., terpilih sebagai Anggota Country Coordinating Mechanism (CCM) perwakilan Civil Society Organization (CSO) Tuberkulosis untuk periode 2027–2029.
Terpilihnya Dyah menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat peran masyarakat sipil dalam penanggulangan TBC di Indonesia. Bukan hanya di tingkat komunitas, aspirasi pasien dan masyarakat kini memiliki ruang yang lebih strategis untuk ikut dipertimbangkan dalam koordinasi program kesehatan yang didukung oleh Global Fund.
Lalu, apa sebenarnya CCM?
CCM Adalah suatu organisasi yang beranggotakan perwakilan multi-sektor di tingkat nasional yang melakukan penyusunan semua proposal yang diajukan kepada The Global Fund, dan melaksanakan pengawasan hibah GFATM di negara penerima.
FUNGSI CCM
Pedoman tentang CCM dari Global Fund menjelaskan fungsi CCM, sebagai berikut:
- Menyusun proposal yang diajukan kepada Global Fund
- Mengidentifikasi dan Memilih Penerima Dana Utama (Principal Recipient/PR) untuk melaksanakan hibah Global Fund
- Melakukan Pengawasan atas Kinerja PR dalam Pelaksanaan Kegiatan
- Menyetujui perubahan program dan mengajukan permintaan pendanaan selanjutnya
- Memastikan Keterkaitan dan Konsistensi antara program Hibah GF dan program nasional Kesehatan serta program pembangunan lain
- Memastikan semua pemangku kepentingan Negara memiliki akses atas dokumen Global Fund dan informasi terkait kinerja program hibah
Selamat dan sukses kepada drg. Dyah Erti Mustikawati, M.P.H. Semoga amanah ini membawa manfaat bagi masyarakat dan semakin memperkuat perjuangan bersama menuju Indonesia bebas TBC.