TBC URUSAN BERSAMA

Berita Pers

Jakarta, 26 Juli 2022.

Tuberkulosis (TBC) adalah urusan bersama (TB is everybody business). Karena itu Perpres No. 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang sudah ditetapkan, mengamanatkan peningkatan kolaborasi dari peran serta komunitas, pemangku kepentingan, dan multisektor lainnya dalam penanggulangan turberkulosis.

Hal itu disampaikan Drg. Agus Suprapto, M.Kes., Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan ( Deputi III ) Kemenko PMK ketika membuka Kongres XI-PPTI di hotel Grandhika, Jakarta tanggal 26 Juli 2022.

Menurut Deputi III, penguatan komitmen seluruh multi sektor sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan TBC secara terintegrasi dan terpadu sebagai upaya percepatan eliminasi TBC pada tahun 2030. Multi sektor yang dimaksud adalah kementerian/lembaga pada pemerintah pusat, jajaran pemerintah di daerah mulai dari provinsi sampai pemerintahan desa serta pemangku kepentingan meliputi orang perseorangan, masyarakat, institusi pendidikan, organisasi profesi atau ilmiah, asosiasi, dunia usaha, media massa, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan.

Ditambahkan, pekerjaan rumah besar kita bersama adalah menurunkan angka kejadian (incidence rate) TBC pada tahun 2030 menjadi 65 per 100.000 dari angka saat ini yang masih stagnan di angka 312/100.000 penduduk.

“PPTI sebagai organisasi masyarakat madani yang bekerja di bidang sosial kemanusiaan telah berupaya dengan gigih untuk terus meningkatkan kualitas sebagai organisasi yang profesional sehingga kontribusi PPTI  terhadap Program Penanggulangan TBC Nasional semakin memberikan daya ungkit yang tinggi”, ujar Drg. Agus Sprapto.

“Dengan perkembangan Program TB Nasional dan banyaknya Civil Society Organisation   yang peduli TBC, PPTI menegaskan posisi dan perannya terhadap Dinas – Dinas Kesehatan khususnya tingkat Kab/Kota, yang diawali sebagai mitra Puskesmas di tingkat kecamatan, Dinas Kesehatan di tingkat Kab/Kota dan Provinsi, serta Kementerian Kesehatan di tingkat nasional.

Dengan demikian penyuluhan sebagai salah satu tugas utama PPTI harus terarah dan terukur, yaitu harus berakhir dengan ditemukannya kasus, dan sembuhnya pasien; dan di tingkat akar rumput kegiatan tersebut dilakukan oleh para kader yang telah dilatih “, ujar Ny. Raisis.

Kongres tahun ini, memilih tema “ Konsolidasi Pengurus PPTI di berbagai tingkatan dalam rangka mendukung  tercapainya eliminasi TB tahun 2030  “.

Adapun tujuan Kongres  adalah :

  1. Menyepakati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPTI yang akan diberlakukan dalam kurun waktu 2022-2027.
  2. Memilih Ketua Umum BPP-PPTI dan Ketua Badan Pengawas Pusat PPTI masa bakti 2022 – 2027
  3. Memperoleh informasi terkini tentang Kebijakan dan Strategi Program TB dan Kontribusi yang diharapkan dari PPTI.
  4. Memperoleh informasi tentang Wadah Kemitraan Penanggulangan TB dan Pengembangannya di tingkat Provinsi dan Kab / Kota.
  5. Memutuskan hasil Kongres Ke XI- PPTI Tahun 2022, dan Rekomendasi Kongres XI – PPTI tahun 2022.

Berkaitan dengan tujuan Kongres, maka  dipaparkan “ Wadah Kemitraan Penanggulangan TBC dan Pengembangannya di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota” oleh Deputi III Kemenko PMK Drg. Agus Suprapto, M.Kes. selaku Ketua Wadah Kemitraan dan paparan tentang “ Kebijakan dan Strategi Program TBC dan Kontribusi yang diharapkan dari PPTI oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS.

Berita ini disiarkan oleh PPTI Pusat. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494  atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

admin ppti

VIEW ALL POSTS

Leave a reply

Your email address will not be published.