News
    PPTI TERPILIH SEBAGAI SUB RECIPIENT DKI JAKARTA

    PPTI TERPILIH SEBAGAI SUB RECIPIENT DKI JAKARTA

    Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) terus bergerak untuk memberantas penyakit TBC yang terus meningkat di tanah air. Yang menggembirakan, PPTI terpilih sebagai Sub Recipient (SR) DKI Jakarta periode 2024-2026, setelah mengikuti serangkaian seleksi oleh Principle Recipient (PR) Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI  yang mendapat mandat dari The Global Fund untuk menjalankan program eliminasi TB di Indonesia.  

    Proses seleksi dimulai dengan review dokumen dan proses wawancara yang melibatkan perwakilan Country Coordinating Mechanism (CCM) Technichal Working Group TB (TWG TB) dan PR.

    PPTI ditetapkan sebagai SR DKI Jakarta berdasarkan surat National Program Director PR Konsosium Komunitas Penabulu-STPI No. 01.005/PR PB-STPI/XI/2023 tanggal 12 Desember 2023.

    Keterlibatan PPTI dalam Proyek Percepatan Eliminasi TBC Tahun 2030 berbasis komunitas ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus TBC di DKI Jakarta. 

    Untuk mengimplementasikan program, PPTI melakukan rapat konsolidasi dengan SR DKI Jakarta periode 2021-2023 bertempat di Kantor PPTI.  

    Tak hanya itu, guna mendapatkan kesepahaman bersama antara PR, SR, pemerintah dan mitra mengenai indikator kinerja, rencana kerja serta rencana implementasi, PPTI mengikuti Pertemuan Konsolidasi Nasional Program PR Konsorsium Komunitas Penabulu  di Bali 18-22 Desember 2023.

    Selanjutnya dilakukan proses rekrutment staf dengan komposisi drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH sebagai SR Manager, dr. Ika Herniyanti sebagai PMEL Coordinator dan Agus Nuryadin, SE sebagai Finance dan Operational Coordinator. Staf PMEl : Syarwani Abdon, Agus Kuswanto dan David Setiadi, sedangkan Staf Finance adalah Teti Rachmawati dan BudiSetiyanto.

    PPTI Gandeng Mitra SSR

    Guna mempermudah implementasi di lapangan, PPTI juga menggandeng Sub Sub Recipient (SSR).

    Program Manager SR DKI Jakarta, drg Dyah Erti Mustikawati mengungkapkan untuk menentukan mitra di lapangan, pihaknya melakukan proses seleksi Sub Sub Recipient (SSR) secara ketat.

    “Kami lakukan seleksi administrasi dan wawancara sebanyak 2 tahap. Seleksi tahap I diikuti Yayasan Pejuang Tangguh (PETA) dan Yayasan Gerakan Masyarakat (GEMA),” ungkapnya.

    Hasilnya, GEMA terpilih sebagai mitra untuk SSR Jakarta Barat dan PETA sebagai SSR Jakarta Timur. .

    Untuk mitra Jakarta Utara karena kinerjanya dianggap baik Implementing Unit (IU) dilanjutkan dengan Koordinator Nur Huda.

    Seleksi tahap berikutnya, ada 7 organisasi yang lolos administrasi, yaitu JPlus, LKNU,PKBI, Stigma Foundation, TB CARE YARSI, Yayasan Lentera Anak, Yayasan SAPIN dan YPJ. Setelah  serangkaian wawancara,  Yayasan Lentera Anak terpilih sebagai mitra SSR Jakarta Selatan dan   TB Care Yarsi sebagai mitra SSR Jakarta Pusat. Pada  11 Januari 2024, Tim SR DKI plus SSR dan IU yang SDH terpilih melakukan audiensi, sambung rasa dan konsolidasi dengan tim Dinkes DKI Jakarta dan seluruh tim Sudinkes di 5 Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Hasil kesepakatan pihak SR , SSR komunitas akan bekerja hand in hand untuk mendongkrak performance rating DKI dari posisi 5 terbawah menjadi 10 terbaik dalam kurun waktu Project Grant Cycle 7 (2024-2026).

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *