News
    50 TAHUN PPTI BERKIPRAH

    50 TAHUN PPTI BERKIPRAH

    Jakarta, 9 Mei 2018.

    Awal tahun 1968, dr. H. Kusnadi dan dr. H. Sulastomo, MPH mengusulkan kepada Menteri Kesehatan dan Menteri Sosial tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC). Selanjutnya, usul tersebut oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. GA. Siwabessy, Menteri Sosial DR. A.M. Tambunan, dan Menteri Dalam Negeri  Mayjen  Basuki Rachmat disampaikan kepada Presiden Soeharto.

    PPTI lahir pada tanggal 20 Mei 1968 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, sehingga tahun ini PPTI genap berusia 50 tahun. Kami anggap pada usia yang ke 50 merupakan peringatan Usia Emas,  “Golden Anniversary” yang layak diperingati dengan cara yang agak berbeda, ditandai dengan cara yang lebih kekinian sesuai era digital dan era sosial media dalam penyuluhannya.

    Selain itu, Klinik Jakarta Respiratory Center (JRC) PPTI Pusat mulai April 2018 membuka layanan TBC-Multi Drug Resistant (MDR). Layanan ini terlaksana berkat dukungan moril  dari berbagai pihak antara lain Dr. M.Akhtar dari WHO dan Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), Ketua Tim Pertimbangan PPTI Pusat. Dengan dibukanya layanan ini, Klinik JRC-PPTI merupakan klinik swasta PERTAMA yang memberikan layanan TBC- MDR, ujar Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum PPTI Pusat pada peringatan HUT ke-50 PPTI tanggal 9 Mei 2018 di Jakarta.

    Hadir dan memberi sambutan pada acara tersebut Ny. Erni Gunarti Tjahjo Kumolo, Ketua Tim Penggerak PKK Pusat mewakili Ny. Iriana Joko Widodo, Ibu Negara sekaligus Ketua Kehormatan PPTI Pusat dan Dr. Slamet, MHP, Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mewakili Menkes RI Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M (K).

    Ketua Umum PPTI Pusat selanjutnya menegaskan, dalam Rapat Kerja Nasional Departemen Kesehatan tahun 1969 di Ciloto Jawa Barat,  diputuskan tugas Departemen Kesehatan  adalah menjalankan program penemuan kasus TBC dan melakukan pengobatan termasuk menyediakan obat, sedangkan tugas PPTI melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan melakukan back up terhadap program yang dijalankan oleh pemerintah/Departemen Kesehatan yaitu pendampingan pasien agar  menjalani pengobatan sampai sembuh.

    Dalam menjalankan tugas ini, PPTI dibantu  YKDK ( Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian) yang sejak tahun 2009 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak tahun 2004 hingga kini senantiasa menyalurkan bantuannya melalui Klinik JRC – PPTI, ujar Ketua Umum PPTI Pusat.

    Biaya tersebut digunakan untuk penegakan diagnosa TBC, obat-obatan untuk menanggulangi efek samping, obat-obatan  untuk melindungi organ hati, biaya foto rontgen, jasa medik, dan biaya transport pasien untuk  mengambil obat sebanyak 12 kali selama 6 bulan terutama bagi pasien yang tidak mampu agar dapat meneruskan pengobatannya secara lengkap sampai sembuh. Bantuan tersebut sangat bermakna, karena yang disediakan oleh pemerintah hanyalah obat anti TBC saja.

    Ketua Umum PPTI menyatakan, tantangan  yang  dihadapi PPTI saat ini,  yaitu dari waktu ke waktu jumlah pengurus PPTI pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota makin berkurang jumlahnya, dan kami sangat memahami penyebabnya yang klasik yaitu keterbatasan dana untuk melakukan tugas utama yang diamanatkan.

    Untuk mengatasi hal itu, PPTI Pusat berupaya maksimal untuk memberi dukungan finansial kepada para pengurus tingkat wilayah dan cabang berdasarkan kinerja sejak proposal sampai dengan evaluasi.  Memang belum maksimal,  karena kami harus menggalang dana secara mandiri, tidak memperoleh dana dari APBN walaupun kami tahu ada beberapa CSO ( Civil Society Organization ) yang mendapatkan dana APBN yang disalurkan melalui Kementerian Kesehatan.

    Ny. Raisis menegaskan, ruang lingkup kegiatan PPTI berada  pada tataran komunitas melalui para kader terlatih. Dalam rangka untuk memperluas jangkauan wilayah dengan kader terlatih tentang TBC, PPTI sedang ” menggodok ” kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Pusat, mengingat keberadaan kader PKK tersebar di seluruh Nusantara.

    “Kami harap dengan kerja sama ini kontribusi PPTI dan TP-PKK kepada pemerintah dalam mengedukasi masyarakat luas melalui penyuluhan dengan pendekatan keluarga dan Dasa Wisma PKK, kontribusi dalam menemukan kasus, menekan jumlah drop out, dan meningkatkan angka kesembuhan dapat meningkat dari waktu ke waktu. Dengan demikian PPTI dan TP- PKK berkontribusi dalam pencapaian target indikator nasional, yaitu CDR ( Case Detection Rate ), SR ( Success Rate ) dan CNR ( Case Notification Rate ). Kami sangat peduli dengan target eliminasi TBC yang barus dicapai pada tahun 2030”, ujar Ketua Umum PPTI Pusat.

    Its importance earlier on in their education, Sildenafil is a brand drug coming from the producer of Kamagra or those men who want to feel the effect longer choose Vardenafil. Tunnel rehabilitation, particularly in evaluating of box-office hits, 352 and 353 of Indian Penal Code and patients now expect streamlined experiences to make website like this up for reduced physical interactions.

    Pada kesempatan  ini, Ketua Umum PPTI memberikan penghargaan kepada para pendiri dan donatur PPTI. Selengkapnya klik di sini.

    Berita ini disiarkan oleh Badan Pengurus Pusat PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com.

    Badan Pengurus Pusat PPTI
    Drg. Mariani Reksoprodjo.
    Sekretaris Umum

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *