News
    <strong>OBITUARI</strong>

    OBITUARI

    ACHMAD SUJUDI, SETIA LAWAN TBC

    Awan duka menyelimuti Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Selasa 2 Mei 2023.  Dokter Achmad Sujudi, anggota Badan Pengawas  Pengurus Pusat PPTI  berpulang untuk selama-lamanya. Pak Sujudi, begitu sapaan akrabnya, tutup usia setelah menderita sakit di RSPI Bintaro, pukul 07.57 WIB.

    Kepergian pria kelahiran Bondowoso 11 April 1941 ini tentu saja menorehkan duka mendalam di hati seluruh pengurus PPTI.

    Ketua Umum PPTI Raisis Arifin Panigoro merasa sangat kehilangan atas kepergian  sosok yang sangat peduli pada pengembangan rumah sakit dan pengendalian TBC ini.

    “Beliau sangat gigih dan mempunyai kepedulian tinggi dalam pemberantasan Tuberkulosis sejak menjabat sebagai Dirjen Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan serta Menteri Kesehatan” ungkap Raisis.

    Meski tak lagi menjabat Menteri Kesehatan, dr. Sujudi tetap setia memerangi TBC. Sejak tahun 2012 ia  aktif dalam Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) sebagai anggota Badan Pengawas. Tahun 2017 ia terpilih dan ditetapkan dalam Kongres X – PPTI  sebagai Ketua Badan Pengawas Pengurus Pusat PPTI. Sejak 28 Juli 2022 hingga akhir hayatnya ia masih menjadi anggota Badan Pengawas.   

    “Selama saya menjadi Ketua Umum PPTI, beliau sangat aktif memberikan saran dan petunjuk terkait rencana dan kebijakan PPTI agar dapat berkontribusi secara optimal sebagai mitra pemerintah yang andal dalam penanggulangan tuberkulosis.”imbuh Raisis.

    Tak Berhenti Berantas Tuberkulosis

    Semasa hidupnya, dr. Sujudi memang mengabdikan hidupnya di bidang kesehatan. Selain pernah mengabdi sebagai dokter di Pulau Buru, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur RSUP Dr. Sardjito, Jogjakarta.  

    Kariernya terus melesat hingga dipercaya menjadi Menteri kesehatan RI di era Presiden Abdurrahman Wahid 1999 dan berlanjut hingga era Presiden Megawati.  

    Secara keilmuan, Sujudi amat menguasai tentang Manajemen Rumah Sakit. Selain berbekal pengalaman di lapangan, ia juga pernah mengenyam pendidikan manajemen rumah sakit di University of New South Wales, Sydney, Australia.

    dr.Sujudi sangat peduli pada penanggulangan TBC. Apalagi saat itu Indonesia adalah penyumbang kasus TBC nomor tiga terbanyak di dunia. Bahkan pada tahun 2022, meningkat menjadi nomor dua di dunia.

    Sebagai Menteri Kesehatan ia giat melakukan berbagai upaya terobosan pengendalian TBC. Diantaranya, membentuk Gerakan Terpadu Nasional (Gerdunas) TB pada 24 Maret 1999. Ini adalah cikal bakal kemitraan TB Indonesia.

    Dengan Gerdunas, maka pendekatan DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) TB dilaksanakan di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit. Selanjutnya dilakukan intensifikasi strategi DOTS dengan peningkatan kualitas.

    Kini kemitraan terus berkembang luas dengan berbagai bentuk pola PPM (Public Private Mix) Tuberkulosis. Dokter Sujudi juga berjasa dalam memobilisasi sumber-sumber dana hibah baik melalui Global Fund, USAID, World Bank dan lain-lain.

    Berjuta ucapan terimakasih untuk darma bakti sosok dokter yang ramah dan bersahaja ini. Jasa dr.Achmad Sujudi tentu tak bisa dilupakan apabila Indonesia bisa mencapai target global dalam eliminasi TBC. Terima kasih dan Selamat jalan, Pak Sujudi.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *