GERAKAN MASYARAKAT KUNCI PENGENDALIAN TBC

 

“ Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Oleh sebab itu, penggerakan peran serta masyarakat memegang peranan yang sangat penting dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit TBC ”, ujar Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo sekaligus Ketua Kehormatan PPTI Pusat dalam sambutan yang dibacakan Dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo pada peringatan hari ulang tahun emas PPTI di Jakarta,  tanggal 9 Mei 2018.

Dalam usia 50 tahun dan  sebagai organisasi yang memfokuskan pada pemberantasan TBC, PPTI sudah saatnya mempunyai Divisi Penggerakan Peranserta Masyarakat. TBC itu merupakan penyakit menular, yang upaya pemberantasannya mutlak memerlukan partisipasi dan peran serta masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat secara lebih luas, Ny. Iriana menambahkan.

Keberhasilan pengendalian TBC tidak cukup hanya dipenuhi oleh ketersediaan tenaga medis, tenaga paramedis, ketersediaan obat-obatan, dan sejumlah penyuluh saja. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah, perlu adanya dukungan kader masyarakat sebagai penggerak peran serta masyarakat dalam mendukung dan menyukseskan program  bersama kita ini.

Ibu Negara mengharapkan agar Kader PKK yang selama ini dibimbing dan dibina oleh Tim Penggerak PKK di setiap jenjang, dapat diikutsertakan dalam program pemberantasan penyakit TBC. Kader PKK yang tersebar luas dan merata di seluruh pelosok nusantara ini, dapat diberikan peran untuk mendata terhadap kelompok sasaran, baik masyarakat atau individu yang terindikasi TBC.

Selain itu, kader PKK juga dapat diberikan peran untuk memantau dan melaporkan perkembangan kejangkitan penyakit TBC di wilayahnya kepada petugas medis atau Puskesmas dan Puskesmas Pembantu terdekat. Bahkan, yang tidak kalah pentingnya, Kader PKK jika diberi pengetahuan dan keterampilan mengenai tanda-tanda dan gejala penyakit TBC ini, maka niscaya mereka juga dapat berperan sebagai penyuluh yang tepat guna, karena merekalah yang mengenali karakter, gaya hidup, dan budaya masyarakat yang menjadi binaannya.

Selanjutnya, peran kunciyang dapat dilakukan oleh Kader PKK, adalahsebagai Pengawas Menelan  Obat (PMO), karena minum obat bagi penderita TBC harus dilakukansecara tertib, dan rutin dalam rentang waktu tertentu.

Di akhir sambutannya, Ibu Negara mengharapkan sinergitas dan kerjasamaantara PPTI, Kementerian Kesehatan, dan Tim Penggerak PKK dalam rangka pemberantasan TBC, dapat diwujudkan, sehingga target Eliminasi TBC Tahun 2030 dapat dicapai.

Berita ini disiarkan oleh Badan Pengurus Pusat PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo.
Sekretaris Umum

admin ppti

VIEW ALL POSTS

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *