Diagnosa TB pada Penyandang Disabilitas Mental

 

Jakarta, 9 September 2019.

Klinik JRC PPTI menerima kunjungan 14 orang pasien disabilitas mental yang didampingi Ibu Vera dari Yayasan Gerakan Asih Abadi  (GERASAH) kota Bekasi hari ini. Pasien-pasien ini merupakan hasil skrining yang dilakukan oleh pengelola Rumah Singgah Gerasah berdasarkan gejala Tuberkulosis (TB) terhadap 78 Penghuni. Dari hasil skrining  tersebut ditemukan 28 orang diantaranya bergejala TB dan memerlukan pemeriksaan lanjutan.   Klinik JRC PPTI memberikan layanan pemeriksaaan gratis, berupa pemeriksaan sputum, rontgen serta dukungan lainnya untuk pasien sampai sembuh.

“Kesulitan utama kami adalah meminta pasien berdahak, melalui induksi sputum (mengeluarkan dahak dengan cara nebularisasi) dan kesabaran perawat akhirnya mereka bisa mengeluarkan dahak untuk diperiksa dengan dengan Tes Cepat Molekuler (TCM). Ini adalah alat pemeriksaan yang sangat sensitif dalam medeteksi kuman Tuberkulosis” dr. Ika Herniyanti dari klinik JRC PPTI menjelaskan tentang proses pengambilan dahak pasien-pasien disabilitas mental ini.

Kegiatan ini, merupakan bagian dari awal dari kerjasama antara Yayasan Gerasah dan PPTI dalam memberikan layanan TB untuk semua masyarakat, termasuk penyandang disabilitas mental. “ Kami berterimakasih sekali pada PPTI yang bisa memberikan pemeriksaan dan pengobatan pada penghuni rumah singgah, dengan deteksi dini dan pengobatan teratur. Dengan demikian kita bisa mencegah penularan baik antar penghuni, maupun dengan pengelola” Ibu Vera dari Gerasah menambahkan.

 

admin ppti

VIEW ALL POSTS

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *